|
|
|
|
IIM FAHIMA JACHJA - Employee
Mengapa Saya Bangga dengan Ibu?
|
 |
|
|
Ibu di mata saya adalah perempuan dengan fighting spirit yang luar biasa besar. Ibu sangat sibuk dengan beragam aktifitasnya di saat saya kecil. Tapi tak seperti layaknya anak yang ibunya sibuk dan kurang perhatian, sedikitpun saya tidak pernah merasa jauh dengan beliau. Hingga satu hari sebelum saya menikah, saya masih makan disuapi dan tidur dikelonin ibu.
Hal itulah yang menginspirasi saya untuk terus mengembangkan karir sebagai pengusaha sekaligus menjadi ibu yang dekat dengan anak dan menyusui anak hingga 2 tahun.
Saat ini, alhamdulillah secara fisik insya Allah ibu tidak kurang apapun. Haji, umroh, rumah yang nyaman berikut fasilitasnya semuanya sudah didapatkan.
Tidak ada manusia yang sempurna. Saya belajar dari kelebihan dan kekurangan beliau agar bisa menjadi ibu yang lebih baik sekaligus anak yang salikha sehingga doa untuk orangtuanya terkabul. Amien.
|
|
FELICIA - Employee
Ibuku adalah Pejuang Tangguh
|
|
|
Ibu saya adalah pejuang keluarga yang tangguh. Beliau tidak menadahkan tangannya pada suami, sebaliknya dari saya masih kecil, beliau terbiasa mencari uang sendiri dari mulai berjualan kue menggunakan angkutan umum sambil membawa-bawa anak sampai sekarang beliau punya rumah makan. Tak peduli akan rasa lelah, waktu yang tersita untuknya beristirahat, beliau begitu kuat dan bersemangat mencari uang untuk keluarga walaupun ayah saya mampu menghidupi kami semua sendirian.
Satu hal yang menakjubkan, dengan begitu banyaknya pekerjaan yang harus ia lakukan, anak-anak terawat dengan baik, hal yang paling berarti untuknya adalah ANAK. Itulah yang membuat saya begitu mencintainya sampai saya tak rela berada jauh darinya meskipun saya sudah punya keluarga sendiri. Beliau adalah MATAHARI dalam hidup saya, tanpanya saya tak dapat membayangkan hidup saya seperti apa, untuk membayangkan ketiadaannya pun saya terlalu takut. Sampai titik keringat terakhir saya akan berusaha membalas apa yang telah beliau berikan untuk saya walaupun saya tau sampai kapanpun tak akan dapat terbalaskan.
Saya sudah bekerja, kesuksesan saya adalah karena doa beliau yang tak pernah putus. Maka saya akan terus membahagiakannya dengan memberi apapun yang saya dapat berikan, saya ingin mewujudkan impiannya, menjadi penerus usaha kuenya dan suatu saat jika Tuhan mengijinkan, saya ingin membangun toko bakery untuknya dengan nama besar yang telah banyak dikenal orang sekarang ini.
Dialah inspirasi dan role model saya untuk saya menjadi ibu yang baik sangat mencintai anak saya, sama seperti beliau, saya tak kenal lelah demi memberikan yang terbaik untuk anak saya.
|
|
SITI NURBAYANI K -
IBUKU YANG HEBAT (Karena Ibu Begitu Berharga)
|
|
|
Tiada kata yang tepat yang bisa saya ungkapkan untuk menuturkan betapa hebat nya ibu ku. Yang telah membesarkanku dengan ketulusan dan memposisikan aku menjadi seperti sekarang ini. Tak terhingga saat ini rasa syukurku atas karuniaNya karena terlahir dari perempuan hebat seperti beliau.
"Mamah" biasa aku memanggilnya, beliau merupakan seorang wanita desa yang tangguh, yang pada masanya sangat jarang orang melanjutkan sekolah. Berangkat dari keinginan untuk maju dan merubah kehidupan yang serba kekurangan, mamah melanjutkan sekolah dengan banyak tantangan, salah satunya karena cemoohan para tetangga di desanya yang mengatakan terlalu banyak mimpi dan keinginan sehingga merepotkan orang tua yang tidak mampu.
Namun semua itu, ternyata dibuktikan dengan keberhasilan mama dalam menggapai cita2 nya, meski dalam proses menggapai cita tersebut mengalami pahit dan getir, namun proses itulah yang menjadikan mamah seorang yang kuat dan mandiri. Oleh karenanya, dalam mendidik anak-anaknya mamah selalu berusaha menerapkan sifat "strugle" , menghargai uang dan waktu, serta menanamkan kemandirian. Mamah mempunyai prinsip, bahwa anak-anak harus lebih baik dari beliau, oleh karenanya dengan sabar beliau selalu memberi kami semangat yang membangun dengan memposisikan anak sesuai masa dan zamannya, namun satu hal yang aku rasakan adalah bahwa mama selalu mengajarkan hidup sederhana, menghargai orang, bekerja keras, dan disaat anak-anaknya dalam keadaan drop pun beliau selalu maju dengan cara memberi contoh dengan sikap. Yang kemudian membuat kami kembali bangkit.
Ada hal yang tidak akan pernah ku lupa, misalnya dalam menghargai uang. Karena uang begitu sulit didapat, maka saat kami berada dikampung untuk membangun rumah nenek, mamah menyuruh kami anak-anaknya untuk sama2 bekerja dengan anak2 di kampung untuk mengambil pasir yang jaraknya cukup jauh. Dan kami pun dibayar untuk setiap takarannya. Akhirnya kami mengerti sekarang, bahwa tiada yang mudah di dunia ini, karena semua perlu perjuangan dalam menggapai harapan.
Terimakasih mamah, pelajaran-pelajaran kehidupan telah banyak kami peroleh, hingga kami mandiri seperti sekarang ini, dan semoga aku mampu membesarkan ketiga buah hatiku dengan kelembutan dan semangat berkarya. Mamah, We love you so much.
Sekarang ini, untuk menghargainya.... aku sangat ingin memberi apa yang terbaik pada mamah. Yaitu perhatian dari anak-anaknya dalam masa pasca pensiun, menemani nya, mendengarkan dan menyayanginya. Aku dan adik2ku akhirnya rutin menabung... agar mamah bisa Umroh untuk yang kedua kalinya. Amin. Tidak sebanding memang.... tapi semoga saja Mamah selalu dalam lindungan Allah SWT.
|
|